Proses Campuran Beton

>>>PROSES CAMPURAN

Desain campuran beton non-pasir selalu terkait dengan kebutuhan akan kekuatan yang di inginkan pada umur tertentu. Grafik pada artikel sebelumnya bermanfaat untuk menentukan porsi campuran yang optimum, yang artinya bahwa beton tersebut dapat memenuhi syarat-syarat seperti berbobot ringan, memiliki kadar rongga yang cukup dan saling terkoneksi agar bersifat porpous/permeable. Pada beton non-pasir pasta semen dapat dibutuhkan untuk menyelimuti setiap butir agregat, oleh sebeb itu kebutuhan semen lebih sedikit jika dibandingkan dengan beton normal.

Agar sifat campuran dapat diaplikasikan dengan mudah dan memenuhi syarat kekuatan dan permeabilitas maka prosedur trial mixes harus dilakukan. Jika workability terlalu rendah maka dapat dilakukan penyesuaian proporsi campuran, seperti penambahan tekanan semen,ataupun perbandinga air terhadap seman atau factor air semen (w/c ratio) sedangkan workability dan dikhawatirkan akan menyebabkan blending, maka perlu dilakukan pengurangan (w/c ratio) atau perbandingan agregat terhadap semen (a/c ratio).

Umunya jenis agregat yang digunakan adalah kerikil alami memiliki permukaan yang bersudut dan rounded atau batu pecah dengan daya serap rendah terhadap air (agregat dengan angka pori minimum). Sedangkan jika digunakan agregat ringan alami atau buatan, maka akan sulit untuk memprediksi/menentukan kebutuhan air optimum dalam campuran (w/c ratio) karana agregat jenis ini memiliki angka pori yang tinggi  sehingga dapat menyebabkan campuran kekurangan air. Oleh karena itu, pentingnya prosedur trial mixes yang disertai dengan serangkaian pengujian laboratorium agar diperoleh sifat fisik campuran yang baik.

>>> BETON NON-PASIR BERMANFAAT DALAM MELESTARIKAN LINGKUNGAN

Pembangunan pada dasarnya adalah usah untuk menuju kearah yang lebih baik,tetapi selalu ada dampak yang ditimbulkannya, baik itu positif maupun negatif. Menurut Habeeb maaru pembangunan tersebut erat kaitannya dengan perubahan penggunaan lahan. Apabila terjadi perubahan penggunaan lahan, misalnya di daerah hulu berupa hutan lindung digunakan untuk pemukiman atau perumahan sedangkan daerah hilir digunakan untuk industri dan pemukiman, maka akan berdampak besar kepada daerah itu sendiri maupun daerah dibawahnya. Terjadi longsor atau erosi di bagian atas atau hulu karena terjadi penggundulan hutan yang di alihfungsikan untuk perumahan.

Selain itu karena terjadi perubahan penggunaan lahan, juga terjadi kerusakan suatu ekosistem yang menyebabkan habitat tanaman atau binatang rusak. Haltersebut berdampak kepada beberapa tumbuhan dan hewan yang punya karakter khusus, yaitu hanya dapat bertahan hidup di suatu daerah tertentu. Dibagian hilir dapat terjadi banjir karena dibagian hulu terjadi pengalihan fungsi lahan hutan lindung menjadi pemukiman, sehingga daerah di atas dapat mengirimkan limpasan sedangkan daerah hilir. Karena daerah hilir juga mengalami perubahan pengunaan lahan, dari kebun menjadi industry maupun pemukiman untuk kegiatan ekonomi, sehingga daerah resapan air semakin sedikit. Potensi banjirpun semakin besar.

Dampak lain yang menjadi masalah didaerah perkotaan adalah genangan air, jika porsinya berlebihan di ruas jalan dapat mengakibatkan pemicu terjadinya kemacetan dan membahayakan pengunaan jalan, atau jika terjadi di daerah pemukiman berdampak terhadap kesehatan dan akifitas sehari-hari masyarakat.satu-satunya cara mensiasati hal tersebut dengan membangun system drainase jalan atau pemukiman yang berkosekwensi terhadap biaya pembangunan yang harus dikeluarkan untuk konstruksi dan pemeliharaan.

Beton non pasir dapat mengurangi genangan atau aliran air atau aliran air dari permukaan lapisan yang kedap (lapisan berbahan aspal dan beton), sehingga dapat mengurangi kebutuhan terhadap saluran drainase atau memmungkinkan pengunaan saluran drainase dengan kapsitas yang lebih kecil. Hal tersebut berdampak kepada efisiensi biaya pengelolaan limpasan air hujan.

Beton non-pasir juga secara alami akan menyaring air hujan yang telah bercampur dengan material polutan, melalui limpasan air permukaan terbawa masuk ke dalam saluran drainase, waduk maupun aliran sungai dapat dikurangi. Sifat beton yang dapat tembus air memungkinkan air hujan untuk menyusup masuk ke tanah dalam wilayah yang luas, hal ini berdampak baik terhadap kelestarian ketersediaan air tanah.

Semoga bermanfaat.

Terimakasih

 

 

Salam Hangat

dimensi png

 

 

 

Baca Juga Artikel yang lain ;

– Pola Paving Keren

– Beton non pasir

– Gaya gravitasi 

– Pengertian Abu Batu

 

Contact to us :