Pembuatan Celah Dilatasi (Transverse Joint)

PEMBUATAN CELAH DILATASI (TRANVERSE JOINT)

Walaupun karakteristik beton non-pasir memiliki penyusutan akibat termal yang minim, tetapi untuk menjamin kinerja produk yang berbentuk plat beton, maka perkerasan plat beton, maka permukaan perkerasan plat beton non-pasir harus di beri celah dilatasi melintang jalan melintang permukaan jalan sama seperti aturan dalam membuat slab beton konfensional. Kedalaman celah berkisar antara 5 mm- 10mm dengan interval sekitar 6 m. Gab+2

Maksud pemberian celah dilatasi adalah untuk mengurangi pelepasan butiran dan retak yang tidak terkontrol akibat penusutan. Pembuatan transverse join dapat di lakukan dengan alat yang telah di tentukan adalah alat sederhana yangdibuat sendiri yang mampu membuat celah dengan segera sebelum adonan beton mengeras.

 

PERAWATAN BETON

Setelah permukaan beton selesai dikerjakan, sebaiknya produk beton dirawat secara tepat, tujuannya adalah untuk memperoleh intergritas structural beton non-pasir yang baik, sekaligus memastikan proses hidrasi structural beton non-pasir yang baik., serta memastikan proses hidrasi pasta semen yang cukup agar terapai kekuatan ikatan antar agregat. beton

Curing harus dimulai dalam jangka waktu 20 menit setelah beton dikerjakan dan dilanjutkan sampai 7 hari, jika menggunakan beton jenis additive accelerator untuk beton dengan kekuatan awal tinggi maka proses curing dapat di lakukan minimal 3 hari. proses curing dapat di lakukan dalam beberapa cara atau metode yaitu menggunakan lembaran plastik yang di hamparkan di atas permukaan beton, penyemprotan dengan lapisan khusus di atas permukaan beton, membungkus permukaan beton dengan khusus karung basah atau membasahi permukaan beton secara terus menerus, misalnya di semprotkan air setiap hari tang penting permukaan beton dijaga agar tetap lembab.

Contact to us :