Krisis Bumi dan Peran Konstruksi

Krisis bumi dan peran konstruksi

Salah satu rusaknya alam adalah tingginya kadar karbon dioksida (CO2) di udara, yang dihasilkan oleh industry dan konstruksi. Padahal CO2 merupakan gass yang menghalang pelepasan panas matahari dan bumi. Kondisi seperti ini di sebut efek rumah kacayang memicu terjadinya pemanasan global. Sejak revolusi industri, konsentrasi CO2 meningkat tajan dan terus menaik sebanyak 36% dari 280 ppm (bagian per mill) pada 2015.

Selain CO2 WMO (organisasi meterologi dunia) juga mengukur kadar kadar gas rumah kaca lain selama 2004,diantara nitrogen oksida. Senyawa tersebut meningkat sejak 1998, mencapai 381,6 ppm. Metana, contoh lain lagi,menjadi senyawa yang paling tajam peningkatannya selama dua abad terakhir.

Pemanasan global juga melelehkan es di kutub dalam jumlah besar sehingga terus memicu naiknya permukaan air laut. Jika hal ini terjadi terus menerus, air laut bias menenggelamkan pulau-pulan ,dan kota-kota di seluruh duniaterancam musnah. Selain itu pemanassa global juga menjadi biang keladi perubahan pola iklim yang mengangu kegiatan pertanian serta memicu penyebaran wabah penyakit kaea wilayah-wilayah baru.

 

Apa dan mengapa harus sustainable construction

Konstruksi berkelanjutan untuk melaanjutkan kehidupan manusia dan bumi

Jika bumi dibiarkan rusak akibat eksplitasi besar-besaran yang di lakukan manusia, dimana salah satunya karena konstruksi, maka dalam waktu singkat kita tidak lagi bisa melangsungkan kehidupan di BUMI ini.

Padahal, kelangsungan hidup umat manusia di bumi merupakan tanggung jawab yang harus di pikul bersama. Kita harus memiliki kesadaran bahwa rainat kehdupan merupakan siklus yang saling terhubung. Jadi tujuan utama dari kegiatan konstruksi berkelanjutan adalah menjamin manusia untuk dapat terus melangsungkan kehidupannya dengan kualitan kehidupan yang baik.

 

Konstruksi berkelanjutan dalam konteks global

Sulit menjelaskan pembangunan berkelanjutan hanya dengan satu difinisi. Meskipun begitu, terdapat satu difinisi yang pertama kali muncul pada 1987 dan paling banyak di pakai, diambil dari “Bruntland Report” : “Sustainable Development is sevelopment that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs.

“pembangunan berkelanjutan adalah pembangun” untuk memenuhi kebutuhan generasi massa kini tanpa mengorbankan generasi masa depan dalam memenuhi kebutuhannya di masa mendatang.”

Oleh karena itu, dalam konteks global pembangunan berkelan harus dilihatsetidaknya 3 aspek utama:

  1. Kemajuan social
  2. Pertumbuhan ekonomi
  3. Keseimbangan ekologi

 

Kemajuan Sosial

Setiap konstruksi berkelanjutan wajib menyokong standar etika sosial tertinggi dan mendukung kesetaraan social di setiap tingkat atau tahap konstruksi, mulai dari perencanaan proses pembangunan sampai saaat banguanan terseut berjalan.

Pertumbuhan Ekonomi

Sector konstruksi merupakan salah satu sector yang pengaruh sangat signifikan terhadap kondisi perekonomian salah satu Negara. Sector ini juga menjadi salah satu indicator pesat-tidaknya laju pertumbuhan ekonomi bangsa. Tidak mengherankan jika negar-negara dengan tingkat ekonomi maju memiliki sector konstruksi yang aktif, baik dari sisi produksi, distribusi, sampai ke proses itu sendiri.

Keseimbangan Ekologi dan Lingkungan

Prinsip dasar dari pembangunan berkelanjutan adalah menjaga bumi dalam kondisi yang mendukung kehidupan generasi kehidupan mendatang. Tidak dapat di pungkiri haltersebut manjadi tantangan besar, sebab kondisi ekosistem global kita saat ini sudah rusak karena di eksploitasi sacara berleihan . belum lagi polusi akibat akibat penggunaaan energy!

 

 

 

 

Berikut adalah daftar Produk DIMENSI BLOCK

– Harga Paving Block

– Harga Kanstin

– Harga Buis Beton 

– Harga Grass Block

– Harga U-Ditch

– Harga Box Culvert

Contact to us :