BETON NON-PASIR DI INDONESIA

BETON NON-PASIR DI INDONESIA

Bedasarkan catatan yang diperoleh, pemanfaatan teknologi beton non-pasir di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002. Pelopornya adalah jurusan teknik sipil dan lingkungan (JTSL), fakultas teknik universitas Gajah Mada, jogyakarta. Pada saat itu banyak penelitian dan uji lapangan yang dilakukan oleh akademisi untuk dapat menghasilkan produk berbasis Beton-Non pasir dengan memanfaatkan material yang ada di daerah Yogyakarta, misalnya kerikil dari gunung merapi.

HASIL UJI COBA DI LAPANGAN

Berapa hasil penelitian dilaboratorium dan uji coba lapangan yang menjadi tonggak awal penggunaan bahan beton dan pasir di indonesia, diantaranya sebagai berikut :

  1. Pembuatan bata dari beton non-pasir (BATAGAMA I). bata beton ini telah diproduksi di dusun Jambon, desa bawuran, kec Plered, kabupaten Bantul, sejak tahun 2002. Bata beton dari daerah ini telah dipakai untuk dinding tembok gedung antara lain di bangunan pabrik bata beton di dusun jambon, bangunan restoran kedai kebun di jalan titrtodipura no.3 yogyakarta, ada pun bata beton (BATAGAMA II) yang diproduksi di desa kemiri, desa purwobinagun, kecamatan pakem,kabupaten sleman sejak tahun 2003, telah dipakai untuk perluasan masjid di dusun kemiri, rumah percontohan di kompleks perumahan kabupaten sleman dan gedung pusat penjualan barang barang bagunan beton non-pasir di dusun kemiri.
  2. Struktur beton non-pasir bertualang, struktur beton ini telah dipakai untuk membuat bangunan gapura di dusun kemiri dan perumnas condongcatur
  3. Buis beton untuk sumur resepan
  4. Perkerasan jalan lingkugngan
  5. Barang kerajinan, misalnya pot bunga, meja-kursi taman, dsb.

 

 

APLIKASI SEBAGAI BAHAN BANGUNAN GEDUNG

#Sejarah Singkat

Menurut Macintosh, et, al 19965 dalam harber, Paul 2005 penggunaan beton non-pasir sebagai material struktur bangunan gedung telah dimulai lebih dari 70 tahun di Eropa, Australia dan kawasan timur tengah. Penggunaan awal beton ini diketahui dimulai di inggris pada tahun 1852 untuk konstruksi 2 unit rumah dan didinding penahan rumah di tepipantai dengan dimensi panjang 61 m dan lebar 2,15 m. pemanfaatan beton non pasir terus berkembang luas terutama setelah kirisis bahan bangunan pasca perang dunia ke 2, jenis konstruksi yang sering di temukan adalah dinding structural system cast in place untuk bangunan 1 lantai maupu gedung bertingkat.

Pengaruh utama dari beton non-pasir untuk elemen structural utama bangunan bertingkat awalnya dicoba untuk bangunan 2 lantai kemudian terus berkembang hingga tahun 1950 berhasil ditempatkan sebagai bangunan 5 lantai. Di saat ini beton non-pasir sudah bisa di gunakan sebagai komponen material pemikul beban bagi bangunan bertingkat banyak hingga 10 lantai. Pencapaian luar biasa tercatat di kota stutgarat,jerman disaat itu dibangun gedung berlantai 19, terdiri dari konstruksi utama 6 lantai terbawah menggunakan beton normal, dan 13 sisanya menggunakan beton non-pasir.

Produk beton non-pasir memiliki keunggulan jika dipakai sebagai bahan elemen bangunan seperti dinding karena bobotringan , teksturnya yang yang kasar dapat meredam suara seperti gema dalam ruangan, karena mengandung pori yang banyak maka akan dapat berfungsi sebagai isolator panas serta menghemat penggunan semen dan pasir

Contact to us :